Serbuan Kopassus LP Cebongan terencana ??

Rabu, 24 Juli 2013


Dua belas dari dua terdakawa Ucok Tigor Simbolon (kiri) dan Serda Sugeng Sumaryanto (dua dari kanan)meminta maaf kepada para saksi dari petugas lapas Cebongan dalam persidangan militer lanjutan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Dalam persidangan Jumat 19/7 di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta majelis hakim mendengarkan pemaparan saksi ahli dari Fakultas hukum UGM Edward Omar Syarif.Menurutnya pernyerbuan ke lapas cebongan dinilai
bukan terencana,tetapi lebih mengarah unsur kesengajaan. Sebab para pelaku tidak memotret area lapas dan tidak menentukan sasaran yang jelas sebelum penyerbuan ke lapas Cebongan."Tindakan tersebut terencana jika pelaku sudah melakukan pemotretan tempat kejadian serta sasaran yang jelas " kata Edward.Adapun masukknya unsur kesengajaan karena ada niatan pelaku menuju LP Cebongan.  

 Dalam sidang tersebut ada juga saksi ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel , meneruaikan beberapa riset di dunia militer.Mengutip hasil penelitian ilmuwan Pauline yang mengungkapkan tingkat stress di lingkungan militer ibarat gunung es.Saat ditanya ketua majelis hakim kaitanya dengan Serda Ucok Tigor dkk Reza tidak dapat menjelaskan lebih lanjut.Sebab dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan terdakwa.Selain itu dalam sidang ini tidak ada rekam kondisi kejiwaan terdakwa.Tetapi hal itu pada dasarnya dapat dinilai dari fakta persidangan yang terungkap , kata Reza.


Disadur dari koran Suara Merdeka,
20 Juli 2013 hal 2 kol 11.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar